Hi Survivors!

Bicara soal tim Esports, tentunya berbicara soal kemampuan dan kompetensi para pemainnya. Professional Player bukan hanya sebutan belaka, sebab para player yang bermain di skema kompetitif Free Fire tanah air telah dibekali dengan kemampuan individu yang matang sehingga mampu membentuk satu kesatuan tim yang solid.

Salah satu contoh sederhana dari gampelay ala pro player ialah pembagian role dalam tim. Tujuannya agar setiap pemain punya tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga pergerakan tim tetap terarah dan mampu menunjukkan gameplay yang hebat.

Pada FFML Season VI Divisi 1, setiap player memiliki rolenya masing-masing. Salah satu role yang turut diperhatikan ialah Sharpshooter. Role yang satu ini memiliki ciri khas sebagai Support Back-up Fire yang identik dengan senjata Sniper. Ada banyak pemain yang mengemban role ini. Sebut saja EVOS SAM13, DG SkyBins, DRNXK Jatra, dan lain-lain.

Namun sampai Week 3 FFML Season VI Divisi 1, ada satu nama yang mencuri perhatian berkat permainan apiknya sebagai Sharpshooter. Sosok tersebut ialah SES Jojoo. Player muda berbakat kebanggaan SES Alfaink ini mencuri perhatian di Week 3 kemarin dengan permainan Snipernya.

Positioning yang bagus, penggunaan Sniper dengan trik rumit yang apik, Aim yang sangat tajam, serta kecermatan menciptakan ruang dalam skema Team Fight membuat Jojo dan tim SES Alfaink tampil apik. Salah satu momen terbaik dari Sniper SES Jojoo terjadi di Day 7 kemarin, tepatnya di Ronde 4 Map Alpine.

Tersisa sendirian di fase Late Game, SES Jojoo sukses bertahan dan berhadapan satu lawan satu dengan GARSY Leem untuk memperebutkan Booyah. GARSY Leem sedikit diunggulkan dari SES Jojoo yang menggunakan AWM di fase Late Game dan pertempuran jarak dekat. Namun, Clutch Play mustahil ditunjukkan oleh Jojoo.

Dengan dua tembakan tepat sasaran, GARSY Leem tertunduk lemas dihadapan Jojoo yang membungkus Booyah untuk tim SES Alfaink. Momen gila nan mustahil ini benar-benar terjadi, yang membuat Caster serta penonton bersorak kagum dengan apa yang dilakukan Jojoo.

Secara logika, penggunaan Double Sniper di fase Late Game untuk pertarungan jarak dekat memang sangat sulit. Sebab jarak tembak dan ruang bidik bagi pengguna Sniper sangat rendah, sehingga dapat dengan mudah digocek oleh lawan. Namun, SES Jojoo membuktikan bahwa semua bisa berubah ketika skill sudah berbicara. Dari sini bisa terlihat bahwa SES Jojoo layak untuk disebut sebagai salah satu Support Sharpshooter atau pengguna Sniper terbaik di FFML Season VI Divisi 1.

Momen tersebut bisa Survivors tonton ulang melalui video yang tersedia di bawah ini. Kamu bisa lompati menuju momen tersebut pada menit 2:12:51-2:13:55.

Apakah Survivors setuju bahwa SES Jojoo layak menyandang predikat sebagai Support Sharpshooter terbaik di FFML Season VI Divisi 1?

Jangan lupa follow dan pantengin terus sosial media serta website FF Esports ID agar tidak ketinggalan berita terupdate dan teraktual seputar Esports Free Fire Indonesia!